Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kepala Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menyatakan keputusan Kapolri Jenderal Tito Karnavian supaya deklarasi gerakan #2019GantiPresiden ditiadakan mestinya patut dipuji.
Dia mengklaim kelompok itu bisa dianggap ancaman dan setara seperti kelompok pengacau keamanan.
"Sikap Kapolri patut dipuji. Itu betul. Karena dia menyelamatkan bangsa dari gerakan pengacau keamanan," kata Ngabalin seperti dikutip dari tayangan Mata Najwa di Trans 7, Rabu (5/9).
Pernyataan Ngabalin menanggapi soal pegiat #2019GantiPresiden Neno Warisman, yang mengalami pengadangan sebanyak dua kali saat hendak memimpin deklarasi.
Pertama, Neno diadang di Batam, Kepulauan Riau, sekitar Juli lalu. Kemudian ia juga mengalami pengadangan saat akan deklarasi di Pekanbaru, Riau pada akhir Agustus oleh aparat keamanan.
Terkait dengan hal itu, Deklarator gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera, langsung membantah tudingan Ngabalin. Menurut dia, gerakan itu adalah wujud gerakan sosial yang berusaha membuka ruang bagi demokrasi buat rakyat.
"#2019GantiPresiden bagian dari demokrasi, dan ini bukan makar," kata Mardani.
Acara bincang di Mata Najwa itu juga menghadirkan politikus PDIP Adian Napitupulu, politikus Gerindra Andre Rosiade dan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. (ayp/asa)
baca sumbernya